Memek Susu

Kumpulan Foto Bugil Memek 2015

Cerita Dewasa: Ngentot Di Warung Makan – 1

Foto Bugil Telanjang | Cerita Dewasa: Ngentot Di Warung Makan – 1. Seperti biasa, malam hari sekitar jam 19:00, sepulang kerja aku selalu mencari tempat untuk makan (maklum bosenan), dan aku teringat oleh kata temanku yang baru siang tadi makan di WP. Karena jarak antara kantor dan lok agak jauh maka aku segera buru-buru melarikan kudaku. Sesampainya di sana aku agak bingung, karena begitu banyak kuda dan buaya yang parkir. Tanpa pikir panjang kuparkir di tempat yang agak jauh. Kuda yang parkir di situ rata-rata adalah kuda luar kota, kebanyakan plat L dan W. Ketika memasuki lok, di sana ada banyak meja yang kosong, sempat aku berpikir, “Apakah aku salah tempat?”

Cerita Dewasa: Ngentot Di Warung Makan – 1

Cerita Dewasa: Ngentot Di Warung Makan - 1

“Dut..” kulihat seorang teman memanggil diriku.

Aku biasa dipanggil endut oleh teman karena perut yang agak-agak buncit dikit, mungkin karena terlalu banyak minum x yach.

“Don, ngapain di sini?” tanyaku ke Doni, karena kulihat di mejanya hanya ada sebotol Fanta.

“Lagi nunggu,” sahutnya.

“Nunggu apa? Makanan?” tanyaku penasaran.

“Lagi nunggu servis,” balasnya yang membuatku penasaran.

“Servis apa? Kuda?” tanyaku semakin penasaran.

“Lha kamu mau apa?” Doni balik bertanya.

“Makan,” jawabku polos.

“Wah kuno kamu, di sini ada servis selain makan dan minum,” balas Doni sambil menyeringai.

“Mas, mau pesan apa?” tanya seorang cewek yang sempat membuatku terkejut.

“Eh.. di sini ada apa aja?” jawabku.

“Di sini ada cewek,” sahut Doni seraya mengerlipkan sebelah mata kepada cewek tadi.

“Ah.. Mas Doni ini, genit ah.. kan pelanggan baru kalau nggak mau bagaimana?” jawab si cewek agak manja.

“Saya pesan nasi campur dan es jeruk yang lainnya nanti saja,” jawabku sambil memperhatikan cewek yang akhirnya kutahu namanya adalah Mimin.

Mimin adalah pegawai di warung itu, selain cantik juga mempunyai tubuh yang lumayan, tinggi; sekitar 170 cm, kulit; putih mulus, dada; sekitar 36, pinggul; seksi (apalagi kalau berjalan). Sambil makan dan berbincang, baru kutahu kalau si Doni ini sering ke sini, makanya dia berani menggoda Mimin. Selesai makan Doni mengajakku ke sebuah ruangan di dalam warung itu, ruangan itu tidak terlalu lebar tapi sangat panjang dan memiliki banyak kamar dan hanya ada satu pintu untuk masuk dan keluar. Kulihat Doni memasuki kamar pertama, dan ternyata di situ adalah tempat receptionis dan seorang wanita yang sedang menulis-nulis sebuah buku (sepertinya buku administrasi).

“Mbak, ada yang kosong?” tanyanya.

“Ada, ehm.. mau dua atau satu Don, atau.. masing-masing dua?” sambil melihat ke arahku.

“Masing-masing satu aja, ini temanku baru pertama kali ke sini,” katanya.

“Oke, mau yang mana?” tanya wanita itu sambil memberikan foto-foto cewek lengkap dengan nama dan umur mereka di balik foto-foto itu.

“Eh.. kamu mau yang mana?” tanya Doni kepadaku.

Kemudian aku melihat separuh foto-foto itu karena yang separuhnya sedang dilihat Doni. Tak lama setelah kami bertukar foto, aku memilih sebuah foto yang dibaliknya ada nama Putri dan berumur 20 tahun.

“Oke, silakan tunggu di kamar 30 dan 31!” jawab wanita itu sambil memberikan kunci kamar nomor 30 kepadaku.

Sambil berjalan menuju kamar 30, aku sempat mendengar suara desahan nafas yang sangat kuhafal karena sering menonton film biru. Ketika aku sampai di depan pintu kamar seorang cewek cantik berusia sekitar 18 tahun menghampiriku dan bertanya,

“Mau sama Mbak Putri ya Mas?” tanyanya.

“Iya..” jawabku sambil mengamati wajah dan tubuh yang hanya mengenakan kaos ketat tipis tanpa BH dan celana ketat pendek (sepertinya celana untuk senam).

“Mas baru pertama ya ke sini?” tanyanya menyelidik.

“Iya.. kok tahu?” sahutku.

“Iya, tahu dong kan yang masuk sini selalu saya perhatikan dan kebanyakan hanya om-om. Oh iya nama saya Nani. Situ siapa?” tanyanya.

“Aku Choly. Masuk yuk, di dalam kan lebih enak!” sambil membuka pintu kamar dan menutup setelah Nani masuk.

Setelah berbincang dengan dia baru kutahu kalau dia anak pemilik warung yang tidak diperhatikan oleh orangtuanya karena sibuk dengan urusan warung, makanya dia berada di ruangan itu tanpa sepengetahuan orangtuanya. Tak berapa lama kemudian pintu kamar terbuka, ternyata Putri yang kupesan tadi.

“Maaf, lama menunggu ya,” kata putri.

“Udah dulu ya Mas, Mbak putri sudah datang, silakan bersenang-senang,” kata Nani.

“Lho, Nani nanti kalau ibu tahu kamu bisa dimarahi lho,” kata Putri.

“Cuek aja, yang penting bisa happy (sambil keluar dari kamar),” kata Nani.

“Mas sudah lama nunggu ya?” tanya Nani.

“Ah enggak kok, lagian kan ada Nani,” kataku.

“Saya ke kamar mandi dulu ya, Mas buka saja dulu pakaiannya supaya lebih rileks,” kata Putri.

Setelah Putri masuk kamar mandi, kubuka baju dan celana sampai telanjang bulat. Sambil menunggu kuperhatikan kamar itu, ternyata itu adalah kamar Putri, di sana banyak foto Putri sedang in action. “Wah Mas kok nafsu banget, nggak pakai pemanasan?” tanya Putri menyadarkanku dari lamunan. Ternyata Putri sudah tidak memakai apa-apa kecuali handuk yang hanya mampu menutupi dadanya yang kalau dilihat dia berukuran 35D itu, dan daerah liang senggamanya hanya tertutupi oleh bulu kemaluan yang tidak terlalu lebat.

“Mas, kok ngelamun?” tanya dia lagi.

“Wah tubuhmu bagus sekali,” jawabku.

Tanpa basa-basi kutarik tubuh itu dan kuciumi bibir tipis yang membuat wajahnya menjadi cantik. Putri tidak membalas ciuman pada menit pertama, tapi lama kelamaan dia mulai membalas ciumanku dengan sangat buas. “Mas rebahan di kasur ya! biar bisa isep itu,” sambil menunjuk ke arah kemaluanku yang tak terasa sudah mulai menegang.

Aku langsung saja tiduran dan dia membuka handuk yang menempel tadi dan menjatuhkannya di lantai. Ternyata aku salah menilai susu yang besar itu, ternyata berukuran 36D. Setelah menaiki kasur dia langsung menciumi bibirku dan perlahan mulai turun dan akhirnya dia mengulum batang kemaluanku yang berukuran sekitar 15 cm itu. Aku pun menikmati permainan itu, secara perlahan dia mulai menaikiku dan mengarahkan batang kemaluanku yang sudah siap perang ke arah lubang kemaluannya. “Bless..” dan, “Ah..” Putri mendesah sambil memejamkan matanya. Agak lama dia terdiam dan aku merasakan sesuatu yang memijit batang kemaluanku di dalam lubang kemaluannya. Dia mulai membuka mata dan menaik-turunkan pinggulnya.

“Ah.. ah.. ah.. Mass.. ah.. ennaaknyaa.. ah..” sambil terus menaik-turunkan pinggulnya. Sampai akhirnya dia menjerit “Mass.. aku.. mauu.. keluuarr.. ah..” kurasakan ada cairan yang menyemprot kemaluanku dengan derasnya. Namun aku masih belum bisa menerima perlakuan ini, aku ganti posisi sehingga aku berada di atas dan dia membuka kakinya lebar-lebar seakan menyambut kedatangan kemaluanku. “Ayo Mas, puaskan Mas, basahi memek ini Mas.” Tanpa ba bi bu, aku langsung menggenjot dia sehingga dia mengalami klimaks yang kedua kalinya.

“Aaah.. aah.. aah.. Maass..”

“Puutt.. aku.. su.. dah.. nggak.. kuaat.. ah..”

Kuakhiri kata-kata terakhir sambil memuncratkan spermaku ke dalam lubang kemaluannya. “Mas ini kuat sekali ya, aku belum pernah seperti ini,” katanya sambil lubang kemaluannya memijit batang kemaluanku yang masih tegang di dalam. “Aku juga Put, belum pernah merasakan yang seperti ini (hanya alasan supaya senang).” Dan kami melakukannya sekali lagi karena kemaluanku masih tegang dan dipijat terus oleh lubang kemaluannya, jadinya tidak bisa tidur walau sudah keluar. Setelah selesai aku membersihkan diriku di kamar mandi. Selesai mandi aku keluar kamar dan melihat Putri tertidur, aku langsung saja keluar kamar, eh.. ternyata Doni sudah lama menungguku dan dia sudah membayar ongkos service tadi. Aku pun pamit dan berterima kasih pada Doni karena sudah malam dan besok masih ada pekerjaan yang menunggu di kantor.

Pada hari Sabtu sore aku berjalan-jalan di sebuah pertokoan di dekat alun-alun. Kulihat jam sudah menunjukan pukul 18.00 dan perutku sudah mulai lapar. Ketika mencari sebuah rumah makan aku melihat ada seorang gadis yang duduk sendiri membelakangiku dan tampaknya gadis itu adalah Nani anak dari yang punya WP, dan kusapa dia.

“Hi, Nan..” sapaku.

“Oh, Mas Choly..” kata Nani.

“Sendiri?” tanyaku.

“Nggak, sama teman,” jawabnya.

“Sama pacar?” tanyaku lagi.

“Pacar? belum punya tuh,” katanya.

Tak lama kemudian ada sepasang muda-mudi yang bergandengan tangan ke arah kami.

“Mas kenalin ini teman saya Erika dan Budi,” kata Nani.

“Hai saya choly,” kataku memperkenalkan diri.

“Saya Erika,” kata Erika.

“Budi,” kata Budi.

“Kok lama banget sih, kamu lagi pesan atau buat masakan?” tanya Nani.

“Kan antri non,” kata Erika.

“Cho, kamu nggak pesan?” tanya Budi.

“Sudah tadi (ketika sedang berduaan),” kataku.

“Nan, kamu nanti ikut kami nggak? Berempat kan asyik,” kata Erika.

“Tanya dulu dong, masa langsung angkut. Mas Choly ada acara nggak?” tanya Nani.

“Nggak ada,” kataku.

“Mau ikut kami?” tanya Nani.

“Ke mana?” tanyaku.

“Ada deh,” kata Nani.

“Boleh, lagian besok libur kantor, nganggur,” kataku.

Bersambung…

Jangan Lewatkan Cerita Dewasa: Ngentot Di Warung Makan – 2 Klik Disini.

cerita ngentot d warungcerita ngentot om buncit remas

cerita ngentot paling nikmat sama mamah, foto memek tante hamil ngangkang, foto tante2 ngntot abg smp, foto posisi saat bercinta manusia yg bugil pasangan suami istri, foto hot ibu ibu pke baju dn clana ketat, stw bugil siang hari, nyodok bokong tante, cewek semok montok depok, memek nita hot, foto ibu2 bohay pake cd, toge super montok, ngentot pembantu jepang hot, ngentot gsdis gadis di bandung yang masih mudah, tante tante toket narsis, abg telanjang toge, ayam kampus pose bugil, foto tetek bohay besar artis dunia, cewek mentok, poto tante bohai toket panjang, janda janda super bugil
Updated: Juni 4, 2016 — 11:12 pm
Memek Susu © 2015